Jubir BISMILLAH: Mualem Paham Konsekuensi Berpolitik
Gajahputihnews.com
Banda Aceh, 19/09/2024
Muzakir Manaf atau yang sering disapa Mualem adalah salah satu calon Gubernur Aceh periode 2025-2030 yang berpasangan dengan Fadhlullah, SE atau Dek Fadh. Pada Pilkada 2012 berhasil terpilih sebagai wakil gubernur yang berpasangan dengan dr. Zaini Abdullah. Pilkada 2017 bertarung kembali menjadi orang nomor satu di Aceh, namun belum berhasil. Lalu pada pilkada ke-4 tahun 2024 kembali menunjukkan sikap kesatriaannya mencalonkan kembali untuk menjadi pemimpin Aceh. Pilkada yang akan digelar 27 November 2024 mendatang, Mualem berpasangan dengan Dek Fadh dari Gerindra. Pakar Ilmu Administrasi Negara Universitas Jabal Ghafur Sigli, Dr. Halik Saing, M,Si menyatakan, Mualem adalah sosok kesaksian yang pantang menyerah sebelum cita-cita politiknya berhasil diwujudkan.
"Mualem itu satria Aceh, pantang mundur apalagi menyerah sebelum cita-cita politiknya terwujud. Dalam hal semangat, Mualem tidak jauh seperti Prabowo, beberapa kali kalah, namun akhirnya juga menang," ucap mantan sekretaris Kechiek Se-Kota Banda Aceh ini.
Tokoh Banda Aceh berdarah Bugis ini menambahkan, sisi yang paling positif yang jarang dimiliki pemimpin lain di Aceh adalah bahwa Mualem memiliki jiwa progresif dan ekspansi bahkan cukup bijak dalam menyikapi dinamika politik Aceh terutama kritikan yang datang dari berbagai pihak.
" Bagi Mualem, kritikan apapun itu dianggapnya sebagai nutrisi atau vitamin baginya. Ia tidak marah dengan kritikan itu apalagi membalas atau menghina pengkritiknya. Mualem tahu betul konsekuensi berpolitik yang harus diterimanya. Baginya, kritikan itu cara lain masyarakat memperbaiki dirinya apalagi publik figur seperti Mualem ya satu konsekuensi. Orang besar itu harus siap dikritik. Ya kita sebagai seorang muslim harusnya juga jaga etika ketika mengkritik orang lain apalagi pemimpin kita," tandas Juru Bicara (Jubir) Tim Bismillah ini.
Jubir Bismillah ( Barisan Intelektual Sajan Muzakir Manaf dan Fadhlullah) ini mengungkapkan, sosok Mualem sangat tepat memimpin Aceh ke depan karena Aceh butuh pemimpin yang tidak anti kritik, pemberani, pemersatu, wibawa, cinta ulama dan progresif.
"Aceh butuh pemimpin yang anti kritik, pemberani, pemersatu, wibawa, cinta ulama dan progresif. Itu semua ada pada Mualem," pungkas Dr. Halik Saing, M.Si ke Media.
Penulis: Muhammad Ali Gondrong (MAG)